Pelajaran ke-2 : (P2) Mengenal Isim

A. Pengertian isim

Isim merupakan kata yang tidak mengandung penandasan terhadap waktu dan di tujukkan untuk benda, sifat, keterangan, bilangan, kata ganti, kata tunjuk dan benda-benda yang abstrak.

B. Ciri-ciri isim

Adapun ciri-ciri khas isim adalah :

  • Diawali dengan Al (اَلْ). Contoh : اَلْهُدَى، اَلْكِتَابُ

Diakhiri dengan tanwin. Contoh : كِتَابٌ ، هُدًى

  • Diakhiri dengan i’rob khofed, dan isim beri’rob khofed disebabkan 3 hal :
    • Diawali salah huruf jar.
      Huruf jar tersebut adalah :   عَلَى، إِلَى، كَ، لِ، بِ، فِى، رُبَّ ، عَنْ، مِنْ
      Contoh : بِ + اِسْمِ = بِسْمِ
    • Disandarkan (diidlofatkan) kepada kata benda lainnya, kebanyakan untuk menunjukkan pemilikan.
      Contoh : رَسُوْلٌ + الله ِ = اللهِ رَسُوْلُ
    • Na’at ( sifat )

Contoh :

pada kalimat arrohmaanirrohiim merupakan 2 na’at yang i’robnya mengikuti lafazh Allah

  • Nidaa ( Panggilan )  dengan kata Panggilan (يَا). Contoh : يَا + اَدَمُ = يَااَدَمُ
  • Diawali salah huruf jar (lihat contoh huruf jar diatas)
  • Sebagai kata yang di terangkan

Contoh  :                Zaid berdiri    =  قَامَ زَيْدٌ

Contoh diatas memberikan pengertian kepada kita bahwa keadaan zaid di jelaskan dan diterangkan oleh lafaz qooma.

C. Pembagian isim ditinjau dari beberapa hal

1. Isim dilihat dari jenisnya

الاِسْمِ

مُذَكَّر مُؤَنَّث

مُؤَ نَّثٌ

مُذَكَّرٌ

 

لَفْظِى حَقِيْقِى لَفْظِى حَقِيْقِى

Dalam tata bahasa Arab, dikenal adanya penggolongan Isim ke dalam Mudzakkar (laki-laki) atau Muannats (perempuan). Penggolongan ini ada yang memang sesuai dengan jenis kelaminnya (untuk manusia dan hewan) dan adapula yang merupakan penggolongan secara bahasa saja (untuk benda dan lain-lain). 

Ciri muannats lafdzi:

  • Diakhiri dengan ta’ marbuthoh (ة)

Contoh: النَّافِذَةُ ،  المَدْرَسَةُ

Cakupan muannats lafdzi meliputi :

  • Alif Maqshurah ( ى ). Misalnya: سَلْمَى (=Salma), حَلْوَى (=manisan)
  • Alif Mamdudah ( اء ). Misalnya: أَسْمَاء (=Asma’),  سَمْرَاء (=pirang)
  • Alat tubuh yang berpasangan
    Contoh: عَيْنٌ ، يَدٌّ ، أُذُنٌ ، رِجْلٌ
  • Benda yang tidak dapat dihitung
    Contoh: سَحَابٌ ، رِيْحٌ ، النَّارُ
  • Oleh orang Arab digolongkan muannats (sima’i)
    Contoh: النَّفْسُ ، السَّمَاءُ ، سُوْقٌ ، طَرِيْقٌ ، دَارٌ ، قَمَرٌ ، سَمْشٌ ، اَرْضٌ
  • Seluruh benda yang jumlahnya lebih dari dua satuan (jamak).
    Kaidahnya:

كُلُّ جَمْعٍ مُؤَنَّثٌ        (setiap jamak adalah muannats)

Contoh:        اَبْوَابٌ  (pintu-pintu)             نَوَافِذُ   (jendela-jendela)

Apabila tidak terdapat ciri muannats dan tidak tercakup dalam isim muannats seperti di atas, maka isim tersebut adalah mudzakkar.

مُفْرَد – مُثَنَّى – جَمْع

2. Isim dilihat dari segi bilanga

MUFRAD (Tunggal) – MUTSANNA (Dual) – JAMAK

Dari segi bilangannya, bentuk-bentuk Isim dibagi tiga:

1)  ISIM MUFRAD (tunggal) Isim mufrod adalah isim yang jumlah bendanya satu satuan (satu biji, satu helai, satu pohon dan sebagainya), biasanya ditandai dengan dhommah, fathah, kasroh

2)   ISIM MUTSANNA (Isim mutsanna adalah isim yang jumlah bendanya dua satuan. Tanda khas yang mudah diketahui dari isim ini adalah akhirannya  …َانِatau …َيْنِ untuk mudzakkar dan تَانِ atau تَيْنِ untuk muannats

3)  ISIM JAMAK (plural) Isim jamak adalah isim yang jumlah bendanya lebih dari dua satuan. Isim jamak ini dibagi tiga bagian, yaitu jamak mudzakkar salim (جَمْعُ الْمُذَكَّرِ السَّلِمِ), jamak muannats salim (جَمْعُ الْمُؤَنَّثِ السَّلِمِ) dan jamak taksir (جَمْعُ التَّكْسِيْرِ).

1. JAMAK SALIM ( جمْع سَالِم ) yang bentuknya beraturan:

a. Isim jamak mudzakkar salim berasal dari isim mudzakkar mufrod dan rangkaian hurufnya tidak ada yang diubah hanya ditambah (ـُوْنَ) atau (ـِيْنَ) di akhirnya.

Contoh : مُسْلِمُوْنَ atau مُسْلِمِيْنَ berasal dari مُسْلِمٌ

b. Isim jamak muannats salim berasal dari isim muannats mufrod dan rangkaian hurufnya tidak ada yang dirubah hanya ta’ marbuthoh di akhir kata yang menjadi ciri isim muannats dipisahkan dulu dengan menambah alif mati menjadi ـَاتٌ atau ـَاتٍ.

Contoh : مُسْلِمَاتٌ atau مُسْلِمَاتٍ berasal dari

2. JAMAK TAKSIR (جَمْع تَكْسِيْر ) yang bentuknya tidak beraturan:

Isim jamak taksir dapat berasal dari isim mudzakkar mufrod atau isim muannats mufrodah, akan tetapi rangkaian hurufnya terjadi pemecahan baik ditambah atau dikurangi. Isim ini tidak memiliki aturan dan tanda khas, sehingga harus dihafal.

Contoh : اَبْوَابٌ berasal dari بَابٌ  ,  نَوَافِذُ berasal نَافِذَةٌ

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s